Diremehkan Ical, Nasdem Singgung Lumpur Lapindo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Nasional Demokat (Nasdem) gerah dengan komentar Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang terkesan memandang remeh Nasdem. Partai bentukan pengusaha media massa, Surya Paloh itu pun menyentil balik Aburizal dengan menyebut Aburizal perlu lebih giat memperhatikan urusan rakyat, khususnya urusan dan masalah yang membuat rakyat sengsara.

Sentilan Nasdem itu merujuk terkait lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur yang telah menelan beberapa desa. “Masih banyak urusan dan problem yang membuat rakyat sengsara. Seperti Lapindo dan Bakrie Life. Sebaiknya itu dulu yang kita pikirkan,” sindir Ketua Umum Partai Nasdem, Rio Patrice Capella ketika dihubungi, Rabu (2/5).

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul komentar Ical, sapaan akrab Aburizal, yang memandang rendah Nasdem. Sebelumnya, Ical mengaku tak tahu mengenai Nasdem. Ia pun yakin kalau partai baru itu tak akan mengungguli Golkar pada pemilu mendatang. “Apa itu Nasdem? Panas demam?” tanya Ical.

Berkomentar tentang pernyataan Ical, Rio berpendapat Ical mungkin saja terlampau sibuk sehingga tak mengikuti perkembangan yang terjadi. Jangankan mengenai sepak terjang Nasdem, kata dia, terkait aspirasi yang berbeda di Partai Golkar, khususnya soal Capres saja Ical tak tahu. “Jadi wajarlah,” sebut mantan DPW PAN Provinsi Bengkulu.

Apalagi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu periode 2004-2009 itu menjelaskan, saat ini Ical masih berhadapan dengan banyak masalah. Seperti kasus Lapindo dan Bakrie Life.

Padahal, Rio menilai, Nasdem pantas diperhitungkan. Antara lain, sebagai satu-satunya partai yang lolos verifikasi. “Surveinya sudah ada di urutan ke empat. Tapi wajar kalau Ical tidak tahu. Kita memahami bagaimana kondisi internal yang membuat dia galau,” kata Politisi kelahiran Bengkulu, 16 April 1969 ini menandaskan.

Redaktur: Karta Raharja Ucu
Reporter: Mansyur faqih
Iklan

Tentang syamkoto

kelahiran Bukittinggi . Selepas SMA II C negeri , melanjutkan ke FHPM Unpad Bandung, tahun 1964. Kemudian jadi jurnalis pada harian Jurnal Ekuin - Jakarta. Tahun 1986 pindah ke harian Media Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di indonesia, partai, politik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s