Caleg external Partai Nasdem ?

Riuh rendahnya berita pencarian caleg Partai Nasdem buat pemilu 2014 ,diluar perkiraan . Hampir setiap media elektronik dan media cetak memuat berita tersebut . Berita tersebut bagai magnet yang menarik para kader2 politik yang ada . Kita tidak tahu apakah para politikus itu tertarik kepada idea restorasi Partai Nasdem , atau pernyataan Ketua Partai Nasdem Patrice Rio Capella yang menyatakan Partai Nasdem akan membiayai kampanye calegnya yang terpilih . Menurut kabar dikatakan  Partai Nasdem akan menyediakan dana kampanye calegnya sampai Rp.  3 trilyun . Setiap caleg akan mendapat biaya kampanye sebesar Rp 5 milyar sampai Rp 10 milyar  tergantung daerah pemilihannya . Dana kampanye yang dibiayai  partai ini merupakan hal baru diperpolitikan  Indonesia.  Selama  ini kader partai harus merogoh sakunya sendiri, atau mencari donatur yang mau menyumbang . Berita pencarian caleg external dari Ketua Partai Nasdem Patrice Rio Capella ini mendapat sambutan dari berbagai kader partai yang ada . Tapi juga mendapat  kritik dan tudingan dari berbagai pihak . Partai Nasdem dituding melembagakan money politik dan melakukan pembajakkan kader partai lain . Ini sungguh berita yang sangat merugikan citra Partai Nasdem. Pada hal keberadaan Partai Nasdem selama ini  disambut gembira berbagai kalangan dan golongan . Yang menjadi pertanyaan kita kenapa Nasdem mencari calegnya dari external ? Apakah Partai Nasdem tidak punya caleg internal yang berintegritas dan berkwalitas ?  Atau kalau tidak ada  kenapa Partai  Nasdem tidak memberikan pendidikan politik buat kadernya dulu , tidak ujug 2 mencari caleg dari external . Kan pemilu masih lama ? Dan juga kenapa pencarian caleg external ini dilakukan secara demonstratif  yang berdampak negatif , tidak diam 2 melakukan pencarian caleg yang diperlukan . Dampak negatif pencarian caleg external ini tidak saja akan menimbulkan perpecahan sendiri nanti di internal partai , tapi juga juga akan menurunkan elektabilitas partai .Langkah yang tidak strategis dan tergesa gesa .

Tentang syamkoto

kelahiran Bukittinggi . Selepas SMA II C negeri , melanjutkan ke FHPM Unpad Bandung, tahun 1964. Kemudian jadi jurnalis pada harian Jurnal Ekuin - Jakarta. Tahun 1986 pindah ke harian Media Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s